Mengetahui Varian Jenis Malaria, Malaria Serebral


Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari Plasmodium falciparum. Parasit ini dibawa dan ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Malaria serebral dapat menurunkan kemampuan otak sehingga mengakibatkan terganggunya fungsi tubuh. Selain itu, komplikasi malaria ini juga dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian. Pelajari tentang malaria serebral sehingga Anda dapat menyadarinya.

Apa itu malaria serebral?

Malaria serebral merupakan komplikasi neurologis yang paling berbahaya dari infeksi Plasmodium falciparum. Kondisi ini terjadi ketika sel darah yang dipenuhi parasit menyumbat pembuluh darah kecil ke otak sehingga menyebabkan pembengkakan atau kerusakan otak.

Akibatnya, pasien dengan penyakit ini mungkin mengalami kejang atau koma. Malaria serebral dapat terjadi kurang dari 2 minggu setelah digigit nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit, kemudian berkembang 2-7 hari setelah munculnya demam.

Malaria serebral memiliki tingkat kematian 25 persen. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak di Afrika Sub-Sahara. Sementara itu, penyakit ini umumnya menyerang orang dewasa di Asia Tenggara.

Anak-anak di bawah usia 6 tahun, ibu hamil dan orang-orang yang bukan dari daerah endemis malaria rentan terhadap malaria serebral yang lebih parah karena mereka tidak memiliki kekebalan yang memadai terhadap infeksi ini. Jadi jika Anda akan bepergian ke daerah endemis malaria, pastikan keselamatan Anda selalu terjamin.

Gejala malaria serebral dapat ditandai dengan demam, menggigil, sakit kepala, nyeri tubuh, batuk, kelelahan, gelisah, agitasi, kejang, muntah, meningismus, dan koma. Jika Anda merasa mengalami gejala-gejala ini, segera temui dokter Anda.

Namun, jika kondisi tersebut terdeteksi sejak dini, pengobatan yang diberikan bisa sangat membantu dalam mencegah berkembangnya penyakit.

Pada pasien dengan malaria serebral, terutama anak-anak, gangguan neurologis terkadang dapat menetap. Cacat tersebut antara lain gangguan gerak (ataksia), kelumpuhan, kesulitan berbicara, tuli, dan kebutaan.

Pengobatan malaria serebral

Mendiagnosis malaria serebral tidak mudah karena gejalanya mirip dengan penyakit lain, seperti meningitis. Agar tidak salah, diperlukan pemeriksaan khusus dan lebih menyeluruh oleh tim medis untuk mendiagnosis malaria serebral.

Anda akan ditanya tentang riwayat perjalanan Anda ke daerah rawan malaria dan gejala Anda. Selain itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan darah, pemeriksaan cairan tulang belakang, dan pemeriksaan kelainan pada retina mata. Setelah diagnosis dibuat, pengobatan juga ditentukan.