Keluarga

Keluarga Akan Selalu Menjadi Tempat Untuk Pulang Semua Orang

Keluarga Akan Selalu Menjadi Tempat Untuk Pulang Semua Orang

Semua orang memiliki rumah untuk pulang. Semua orang memiliki tempat untuk pulang. Jika secara fisik, rumah adalah bangunan. Yang dimana menjadi tempat untuk orang beristirahat, dan melakukan berbagai kegiatan. Tapi disini, kali ini kita akan membicarakan rumah yang tak kasat mata. Alias lebih ke perasaan. Dimana ada beberapa orang yang merasa anggota keluarganya adalah rumah. Jadi saat dia bersama keluarganya, mau dimanapun, dia akan berasa di rumah.  Entah itu ada di mall, jalan, atau di luar negeri. Namanya bersama anggota keluarga, rasanya kalian sedang pulang ke rumah. 

Keluarga Akan Selalu Menjadi Tempat Untuk Pulang Semua Orang

Saat kalian pacaran pun kalian akan merasakan hal yang sama. Saat kalian mendapatkan pasangan yang pas. Mendapatkan pasangan yang cocok sekali dengan anda. Anda merasa dialah jodohmu, dan kalian merasa sangat nyaman dengan dia. Dan kalian akan merasakan saat bersamanya anda berasa di rumah. Karena saat bersama dengannya, kalian merasa sangat nyaman, dan rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Merasakan kalian memiliki semua yang anda butuhkan, dia menjadi tempat untuk kalian lepaskan segala keluh kesah dan segala perasaan bahagia pun ke dia. 

Dan rasanya nyaman, dia menerima semua itu dengan baik, dan meresponnya dengan baik. Tapi tidak akan selamanya begitu. Ada beberapa momen dimana saat kalian berantem, dan putus. Dan saat bertemu, kembali sebagai teman, perasaan yang awalnya kalian padanya sebagai rumah. Itu akan hilang, sudah tidak terasa lagi. Karena semua sudah berbeda. Tapi yang tidak akan berubah adalah keluarga. Keluarga akan selalu menjadi rumah untuk semua orang. Tanpa terkecuali. Semua orang akan pada akhirnya akan pulang ke keluarga. 

Jika kita perhatikan, mau sejauh apa pun kita pergi, sejauh apapun kita melangkah, mau sebanyak apapun orang yang kita bertemu, pada akhirnya kita akan pulang pada keluarga. Mereka akan selalu menjadi rumahmu. Tempat kalian pulang, tempat kalian beristirahat, baik mengistirahatkan badan atau mengistirahatkan pikiran kalian. Keluarga akan selalu menjadi tempat terbaik. Dan keluarga adalah opsi terakhir yang akan ada di kepalamu saat ingin pulang. Saat anda lelah dengan segala kejamnya dunia. Saat kalian merasa lelah dengan segala yang ada di dunia. 

Cara Untuk Menerapkan Aturan di Rumah Yang Ampuh


Memiliki aturan di rumah dianggap penting bagi anak agar mereka dapat memahami perilaku yang baik dan buruk. Selain mentaati anak-anak Anda, sebagai orang tua Anda harus mentaati mereka agar dapat menjadi panutan yang baik bagi mereka. Jadi mari kita pelajari beberapa cara efektif untuk menegakkan aturan di rumah.

Cara untuk menerapkan aturan rumah yang efektif

Seiring bertambahnya usia anak-anak, mereka pindah ke tempat-tempat di mana aturan harus dipatuhi. Oleh karena itu, Anda perlu mengajari mereka sejak dini untuk mentaati aturan di rumah. Mulai dari berdiskusi dengan pasangan hingga kumpul keluarga, berikut beberapa cara membuat aturan rumah yang perlu diperhatikan.

Diskusikan dengan pasanganmu

Diskusikan hal ini dengan pasangan Anda sebelum membuat aturan untuk anak di rumah. Bicara tentang tujuan aturan. Jika aturan di rumah sudah memiliki tujuan yang jelas, diharapkan anak lebih mudah untuk mematuhinya.

Berkolaborasi

Aturan rumah tidak akan berhasil jika Anda dan anak Anda tidak bekerja sama. Setiap anggota keluarga harus menghormati ruang, pendapat, dan tindakan satu sama lain untuk memastikan aturan bekerja secara konsisten.

Buat aturan yang jelas dan konkrit

Anda harus memastikan bahwa aturan di rumah dapat dimengerti oleh anak-anak. Bagaimana mereka akan mengikuti aturan di rumah jika mereka tidak memahaminya? Buatlah aturan yang jelas dan konkrit agar anak Anda dapat mematuhinya secara konsisten. Bantu anak memahami apa arti aturan.

Tulis aturan di atas kertas

Agar anak-anak mengingat aturan dengan baik, Anda juga harus menulis aturan di selembar kertas. Tulis aturan dengan jelas dan letakkan di tempat yang bisa dibaca anak-anak. Contoh aturan rumah untuk anak-anak adalah tidak menonton televisi di malam hari. Karena itu, patuhi aturan di ruang televisi.

Sesuaikan aturan di rumah dengan usia anak

Anda juga harus menyesuaikan aturan yang dibuat dengan usia anak, misalnya soal jam tidur. Tidak mungkin anak berusia 3 tahun dan 10 tahun tidur pada waktu yang bersamaan, bukan? Jangan biarkan anak-anak tersiksa dengan aturan yang berbeda ini hanya karena tidak sesuai dengan usia mereka.

Pastikan anak juga mengikuti aturan di luar rumah

Jika Anda membuat aturan untuk mencegah anak Anda berperilaku tidak baik di rumah, pastikan dia juga mengikutinya di luar. Misalnya, ketika Anda membawa anak Anda ke rumah kakek-neneknya. Jangan biarkan anak Anda berpikir dia bisa melanggar aturan hanya karena dia keluar rumah.

Lakukan Ini Untuk Membentuk Kepribadian Yang Baik Pada Anak


Mengucapkan kata-kata seperti terima kasih, tolong dan minta maaf adalah etiket sederhana yang harus diajarkan kepada si kecil. Selain etika, anak juga perlu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang bermanfaat untuk membentuk kepribadiannya di masa depan. Di usia yang masih muda, si kecil lebih mudah menerima pelajaran yang Anda pelajari, jadi tunggu apa lagi? Ajari si kecil pelajaran mulai sekarang!

Bagikan mainan dengan teman

Terkadang anak tidak mau berbagi mainan dengan teman lain. Apalagi jika mainan tersebut merupakan karakter favoritnya. Bu, mari kita hilangkan kebiasaan buruk ini. Katakan padanya bahwa jika dia tidak ingin berbagi, semua temannya tidak ingin bermain dengannya lagi. Dari kalimat ini, si kecil akan berpikir tentang ketidaknyamanan bermain sendirian. Dan beberapa menit kemudian, dia pasti akan melepas mainannya dan membaginya dengan teman-temannya.

Budayakan bekerja sama

Kebiasaan kedua yang harus diketahui anak Anda adalah bekerja sama. Ke depan, kerjasama sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi yuk ajari si kecil mulai dari sekarang. Jika Anda memiliki keluarga besar, Anda bisa mengajak si kecil untuk membantu menyiapkan makanan, mengajaknya mendekorasi ruangan atau bahkan menata barang di rumah. Hal-hal kecil ini akan membantu menumbuhkan dan memperdalam semangat kerjasama dalam dirinya sebagai seorang anak.

Berbagi kepada yang membutuhkan

Untuk itu diperlukan peran orang tua. Mulailah dari diri Anda sendiri sebelum meminta si kecil untuk berdonasi. Sisihkan pakaian yang tidak terpakai dan beberapa buku bekas. Kemudian bawa si kecil ke panti asuhan dan sumbangkan barang-barangnya. Selama proses donasi, anak kalian mungkin akan menanyakan alasan ini kenapa harus dibagikan.

Sekarang Anda dapat menjelaskan pentingnya berdonasi dan manfaat dari kegiatan ini. Dari situ si kecil akan mulai paham dan mungkin bulan depan dia akan mengajak Anda untuk mendonasikan beberapa mainannya.

Anak-anak selalu memiliki rasa ingin tahu yang besar. Berikan pemahaman yang baik agar ia dapat menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam hidupnya. Semoga reviewnya bermanfaat ya untuk kalian para orang tua.

Pendidikan Anak Sangat Penting dan aharus Diperhitungkan


Semua orang tua menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Apa ukuran terbaik? Di sinilah setiap orang tua memiliki standar dan selera yang berbeda.
Selain itu, harus ada perbedaan standar dan selera, tetapi harus ada kesadaran bahwa kita berpegang pada standar umum yang kita butuhkan untuk meletakkan dasar ketika memilih sekolah untuk anak-anak kita.

Sekolah terbaik adalah sekolah yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan kita, serta keadaan, kemampuan, dan keinginan kita. Apakah mahal atau murah, ini adalah sesuatu yang lain. Karena mahal belum tentu sesuai.
Kembali ke standar umum tadi, beberapa poin kesepakatan yang harus kita perhatikan adalah:

Lokasi

Pilihlah sekolah yang jaraknya sesuai dengan tumbuh kembangnya agar ia tetap memiliki waktu untuk berolahraga, bermain atau bersosialisasi dengan keluarga. Jangan buang waktu pergi bekerja. Kita harus menyesuaikan jarak sesuai dengan pertumbuhan anak. Misalnya TK dekat dengan rumah, SD bisa agak jauh, dan sebagainya.

Nilai-nilai

Ada sekolah berbasis agama, berbasis kompetensi nasional, internasional, budaya lokal dan banyak lagi. Manakah dari nilai-nilai ini yang sesuai dengan keluarga kita sekarang dan di masa depan?

Kita mungkin masih kesulitan menemukan sekolah yang nilainya sesuai dengan nilai kita 100%. Solusi yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan perubahan atau penambahan. Yang terpenting, kami tidak menciptakan kontras yang tidak ingin kami terima sendiri.

Kualitas sekolah

Hal ini bisa kita dapatkan melalui observasi langsung, mencari informasi, mengamati lulusan, dan sebagainya. Kualitas ini meliputi sifat fisik dan non fisik. Lantas kapan kita mulai memilih sekolah berdasarkan aspirasi dan potensi anak untuk menjadi hebat? Masalah ini bisa bersifat dinamis. Intinya, akan lebih baik jika kita tidak menyerahkan pilihan 100% kepada anak atau bergantung 100% pada kita juga.

Idealnya, keputusan tersebut telah melalui proses sinergis antara kita dan anak. Adapun ukuran bagian keputusan, kita harus menyesuaikannya dengan kedewasaan dan perkembangan anak.

Misalnya, kita dapat merumuskan bahwa ketika kita di taman kanak-kanak kita mengambil peran 80% dan dia mengambil peran 20%. Ketika kami di sekolah menengah, 50%, dan setelah sekolah menengah, kami adalah 20% dan dia adalah 80%. Atau kita sudah terbiasa mengucapkan 50:50 kata sejak kecil.

Yang terpenting, kami membimbingnya untuk menjadi yang terbaik, namun dengan berpegang pada nilai-nilai yang kami ajarkan, agar ia tetap bebas dari tanggung jawab dan tidak kehilangan jati dirinya.
Mungkin berguna.